Terkadang saya sering dinasehati oleh orang dekat saya untuk tidak melihat seseorang dari fisiknya atau penampilannya, tetapi lihatlah orang dari dalam hatinya. Saya membenarkan itu tapi kemudian saya juga bergumam dalam hati “tetap saja saya akan utamakan orang yang rapih dan murah senyum untuk berkawan dengan saya”, apakah itu salah ? saya rasa tidak.
Seorang anak kecil, ketika jajan di warung, tentunya akan memilih jajanan yang memikat matanya, dan itu pasti dari bungkusnya walau ternyata produknya adalah sama, hanya kemudian perusahaan distributor melakukan re-packing dengan lebih baik.
Saya rasa membiasakan diri untuk rapih dan murah senyum adalah salah satu jalan untuk mengangkat nilai diri Anda. Kalau saat ini anda tampil seadanya, hal yang mencerminkan diri anda seperti kartu nama anda, website anda, isi profil Social Media anda seadanya. Maka anda secara tidak langsung membiarkan orang lain yang berhadapan langsung kepada anda menilai anda seadanya, tidak istimewa.
Tapi kalau anda ingin anda dinilai berbobot, maka sebaiknya rapihkan cara berpakaian anda dan tebar senyum dengan ringan, buatlah kartu nama yang menarik, yang orang terinspirasi untuk menirunya dan akhirnya tidak ada niat membuangnya, buatlah tampilan web yang elegan sehingga orang berkata "keren, webnya pasti mahal".
Ditulis Oleh : Yogi Wicaksono











